Tuesday, April 23, 2019

Sayuran

Sayuran


KABAR KULINER - SAYURAN. Sayuran merupakan sebutan umum bagi bahan pangan yang berasal dari tumbuhan yang biasanya mengandung kadar air tinggi dan di konsumsi dalam keadaan yang masih fresh atau segar, atau telah di olah secara minimal.
Sebutan untuk macam-macam jenis sayuran adalah sebagai sayur-sayuran atau sayur mayur. Sejumlah sayuran dapat di konsumsi mentah tanpa harus dimasak terlebih dahulu. Sementara yang lainnya harus diolah dahulu sebelum dikonsumsi dengan cara direbus, dikukus, digoreng, dan disangrai.

Sayuran yang berbentuk daun yang dimakan mentah biasa disebut juga sebagai lalapan. Sayuran merupakan makanan yang sehat untuk dikonsumsi dan baik untuk tubuh kita. Dan jika sudah mengkonsumsi secara berlebihan maka anda akan mengidap penyakit "viridi lutum".

Secara istilah sayuran merupakan komponen pendamping nasi (atau makanan pokok lainnya) yang berkuah cair atau agak kental. Sayuran tidak diberi batasan secara ilmiah. Kebanyakan sayuran adalah vegetatif dari tumbuhan, umumnya daun (beserta tangkainya), tetapi dapat pula batang yang masih muda contohnya rebung atau bonggol umbi. Beberapa sayuran adalah tumbuhan yang tertutup tanah seperti wortel dan lobak.
Terdapat pula sayuran yang berasal dari organ generatif, seperti bunga (kecombrang dan turi), buah (terong, tomat, dan kapri), dan biji (buncis dan kaxang merah). Dan bagian tumbuhan lainnya yang dianggap sebagai sayuran adalah tongkol jagung (baby corn/putren kalau orang jawa bilang). Meskipun secara ilmiah bukan tumbuhan jamur biasa disebut sebagai cendawan yang dapat di makan, itu masuk sebagai sayuran.

Walaupun berkadar air tinggi, buah-buahan tidak dianggap sebagai sayuran dikarenakan langsung bisa di konsumsi, buah-buahan biasanya rasanya manis dan tidak cocok di sayur. Beberapa sayuran dapat pula menjadi bagian dari sumber pengobatan, bumbu masak, atau rempah-rempah.

Sayuran dikonsumsi dengan cara yang sangat bermacam-macam,baik dari menu utama maupun sebagai makanan sampingan.
Kandungan nutrisi antara sayuran yang satu dan sayuran yang lain pun berbeda-beda. Meskipun umumnya sayuran mengandung sedikit protein atau lemak, dengan jumlah vitamin, provitamin, mineral, fiber dan karbohidrat yang bermacam-macam. Beberapa jenis sayuran bahkan telah diklaim mengandung zat antioksidan, antibakteri, antijamur, maupun zat anti racun.

Adapun sayuran yang mengandung racun dan antinutrisi seperti α-solanin, α-chaconine, enzim inhibitor (dari cholinesterase, protease, amilase, dsb), sianida dan sianida prekursor, asam oksalat, dan banyak lagi. Tergantung pada konsentrasi, senyawa tersebut dapat mengurangi sifat yang dapat dimakan ( edibility, palatability), nilai gizi, dan manfaat kesehatan dari diet sayuran. Memasak dan mengolahnya dapat mengurangi sejumlah kandungan zat tersebut.

Melakukan diet dengan cara mengonsumsi jumlah sayuran dan buah-buahan yang cukup dapat menurunkan resiko penyakit jantung dan diabetes tahap 2. Dengan diet ini juga dapat membantu melawan penyakit kanker dan dapat mengurangi keropos tulang. Selain itu, dengan kita mengonsumsi zat potasium(yang banyak terdapat pada buah dan sayur-sayuran) akan membantu mencegah terbentuknya batu ginjal.

Sumber: wikipedia.co.id

0 komentar

Post a Comment