Thursday, April 4, 2019

Kopi arabica


KABAR BARU-pada postingan terdahulu saya sudah bahas tentang KOPI ROBUSTA nah sekarang saya akan nulis artikel tentang kopi arabica.simak sampai habis ya..

KOPI ARABIKA (coffea arabica) diduga pertama kali diklarifikasi oleh seorang ilmuan swedia  yang bernama Carl Linnaeus (Carl von LinnĂ©) di tahun 1753. Jenis kopi yang memiliki kandungan kafeina sebesar 0.8-1.4% ini awalnya berasal dari Brasil dan etiopia.

Kopi arabika merupakan spesies kopi pertama yang ditemukan dan dibudidayakan manusia hingga saat ini. Kopi arabika tumbuh di daerah yang mempunyai ketinggian kurang lebih 700-1700 m dari permukaan laut dengan suhu 16-20°C, yang beriklim kering 3 bulan beturut-turut.
Jenis kopi arabika sangat rentan terhadap serangan penyakit karat daun hemileia vastatrix(HV), terutama bila ditanam di daerah dengan elevasi kurang dari 700 m diatas permukaan laut sehingga dari segi perawatan dan pembudayaan kopi arabika memang agak susah dan butuh perhatian lebih dibanding kopi robusta dan jenis yang lain. Kopi arabika memang sudah terkenal di seluruh penjuru dunia dan telah menguasai sebagian besar pasar kopi internasional dan harganya pun jauh lebih tinggi dibanding kopi yang lain. Di negara saya Indonesia sebagian besar perkebunan kopi arabika ada di daerah toraja,sumatra utara aceh dan beberapa wilayah di pulau jawa.
Beberapa varietas kopi arabika sedang dikembangkan di indonesia antara lain kopi arabika jenis Abesinia,pasumah,marago,typica dan Congensis.

Demikian artikel saya tentang kopi arabika semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi kita semua.

TERIMAKASIH.
Baca juga:
-kopi arabica
-kopi liberika
-kopi ekselsa
-Manfaat kopi
-Macam-macam kopi
-Minuman kopi unik


0 komentar

Post a Comment